Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan di SMKN 4 Probolinggo

Probolinggo, 29-30 November 2021

Pada masa Pandemi ini sangat memerlukan keterampilan dan kemampuan luar biasa bagi generasi muda dan juga semua yang sedang menghadapinya. Pandemi membuat seluhuh aspek kehidupan mengalami perubahan yang begitu signifikan, terutaman pada dunia perekonomian dan pendidikan. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat cepat, mengharuskan kita untuk selalu berlari dan berlari untuk tidak tertinggal jauh.

Pendidikan merupakan ujung tombak perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas tinggi, sebaliknya jika pendidikan kualitasnya rendah, sangat dimungkinkan juga akan menghasilkan peserta didik yang kurang berkualitas. Pada masa pandemi ini peserta didik hanya dituntut untuk mengerjakan tugas tanpa mendapatkan penjelasan secara langsung sehingga siswa mengeluh dan tidak bersemangat lagi untuk mengerjakan tugas. Salah satu alternatif untuk menghadapi dan menyiapkan generasi berkualitas yang mampu menghadapi era disrupsi seperti saat ini adalah dengan mengelola sekolah berbasis GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan).

Di SMKN 4 Probolinggo berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan para pendidik dengan mengadakan workshop Gerakan sekolah menyenangkan (GSM) yang dinarasumberi oleh Kepala Jurusan BK Universitas Negeri Malang yaitu Dr.Muslihati, S.Ag., M.Pd.

GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) merupakan gerakan akar rumput yang mempromosikan dan membangun kesadaran guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang adaptif, mandiri, tangkas, dan cepat menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat dan tak menentu.

Pada sekolah yang berbasis GSM, selalu diupayakan untuk memberikan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan baik di sekolah, di rumah, di luar kelas, maupun di dunia maya yang sudah menjadi kebutuhan di era sekarang ini. Pada Gerakan sekolah menyenangkan ini perlu diketahui komponen terpenting yang ada pada GSM yaitu adanya Person dan Budaya Ekosistem. Sekolah menyenangkan yang dibentuk ialah adanya culture dan education. Budaya GSM yang seharusnya muncul yaitu mampu memiliki sifat respek dan apresiatif, memberi peluang potensi bagi peserta didik, aman dan bebas dari perundungan, kreatif dan inovatif, serta bersifat kolaboratif. Harapan Perubahan adanya GSM yaitu semua warga sekolah berupaya untuk open minded, memberikan rasa aman dan mampu membranding positif sekolah itu sendiri.

Manfaat Gerakan Sekolah Menyenangkan :

1. Dapat Memberikan Perubahan Pola Pikir Warga Sekolah
Dalam mendorong transformasi dunia pendidikan Indonesia, GSM berangkat dari Perubahan pola pikir pendidikan menuju paradigma Revolusi Industri 4.0. Titik awal ini meliputi perubahan pola pikir guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan untuk membangun ekosistem pendidikan yang positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa.

2. Memberikan Perubahan Pada Lingkungan Sekolah
Perubahan ekosistem sekolah, baik lingkungan fisik maupun sosial, merupakan aspek fundamental yang akan berdampak pada motivasi belajar dan perilaku siswa. Keterlibatan siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah menjadi awal kolaborasi yang harmonis untuk memulai perubahan. Nilai karater gotong royong perlu diterapkan untk menumbuhkan ekosistim perubahan Lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah identic dengan penampilan sekolah, mulai dari Gerbang masuk, Gedung sekolah, dan sarana prasarana lainnya, termasuk kebersihan, keamanan, keasrian, penataan sekolah. Penampilan sekolah mencerminkan wajah sekolah.

3. Pembelajaran Berpusat Pada Siswa
Pembelajaran abad 21 yang selalu bermula dari masalah konkret, lalu dicari solusinya melalui projek, asesmen formatif dan tentunya berpusat pada siswa. Skema ini bertujuan memberikan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Kemerdekaan dalam kegiatan belajar-mengajar harus diberikan pada siswa, Karena tidak lagi terpaku untuk menuntaskan segala tuntutan materi dari kurikulum, tetapi lebih mengedepankan dampak langsung bagi peserta didik. Lebih mengedepankan bagaimana agar apa yang saya berikan benar-benar berguna bagi mereka. Pada awal pembelajaran dimulai tahun pelajaran baru para guru melaksanakan asesmen diagnostik, sehingga dapat mengetahui Kemampuan siswa yang berbeda dan pembelajaran diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Situasi masa pandemi covid 19 ini. Guru menciptakan pembelajaran menyenangkan selama siswa belajar jarak jauh. Salah satu upaya saya adalah mencoba membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran melalui kanal youtube. Dalam hal ini, guru berusaha menjadi lebih persuasif demi menarik minat siswa, juga demi memfasilitasi siswa agar lebih mudah memahami materi yang dibahas.

4. Terjalin Hubungan Kerjasama
Keterlibatan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini menciptakan sistem pendidikan secara berkelanjutan yang akan memfasilitasi potensi siswa untuk terus berkembang di era disrupsi.

5. Meningkatkan Karakter Siswa
Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh GSM melalui pembelajaran keterampilan sosial-emosional. Paradigma pendidikan ini mengembalikan ruh pendidikan Indonesia agar tidak hanya berfokus pada nilai, tetapi juga pada pengembangan karakter baik dan budi luhur siswa. Pembelajaran tidak hanya tentang menyampaikan materi saja, tetapi kita juga perlu menjadikan mata pelajaran sebagai sarana menumbuhkan karakter-karakter siswa untuk masa depan yang lebih baik.

Scroll to Top