Kedisiplinan Taruna SMKN 4 Probolinggo

Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya). Dalam pengertian disiplin tersebut, ada 2 kata kunci utama yakni taat (patuh) dan aturan (tata tertib).

Tujuan dari penerapan disiplin beragam. Salah satunya adalah mengembangkan pribadi yang dapat mengendalikan diri dengan baik. Saat sesorang terikat dengan peraturan dan berusaha mematuhinya, hal ini dapat menghindarkannya dalam berlaku secara semena-mena dan diluar kendali. Hal ini juga dapat mengurangi resiko gesekan sosial yang mungkin terjadi dalam anggota masyarakat. Maka dari itu, disiplin juga bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan damai.

Terdapat berbagai macam jenis disiplin, diantaranya :

1. Disiplin belajar
Disiplin belajar sebenarnya suatu bentuk kesadaran diri untuk mengendalikan dirinya. Dalam hal ini, disiplin belajar berfungsi sebagai pengendali diri yang berada pada diri orang tersebut sehingga belajar akan penuh kesadaran, tanpa paksaan dan penuh sukacita/bersyukur. Karena untuk mampu disiplin dalam belajar memerlukan suatu perenungan untuk terus bertanya pada diri mengapa saya harus belajar hingga orang tersebut memperoleh suatu alasan yang mendalam dan memuat spiritualitas, emosi dan kognitif mengapa harus belajar.

2. Disiplin dalam menentukan strategi belajar
Peserta kursus yang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada peserta kursus  yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif. Untuk belajar secara efektif dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap peserta kursus. Belajar secara efektif dan efisien dapat dilakukan oleh peserta kursus yang berdisiplin. Langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.

3. Disiplin terhadap pemanfaatan waktu
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh peserta kursus adalah banyak peserta kursus yang mengeluh kekuragan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Keterampilan mengatur waktu merupakan suatu keterampilan yang sangat penting, bahkan The Liang Gie dalam Rahmawati (2016: 2) yang juga seorang ahli keterampilan studi yang berpendapat bahwa salah satu hal yang terpenting dalam masa studi maupun seluruh kehidupan seorang individu yang dalam peserta kursus adalah keterampilan mengelola waktu dan menggunakannya secara efisien.

4. Disiplin terhadap tugas
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan. Sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa ”mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan Instruktur, tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri”(Slameto, 2003: 88.)

5. Disiplin terhadap tata tertib
Dalam proses balajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk diterapkan, karena apabila di suatu lembaga tidak memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa ”peraturan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur prilaku yang diharapkan terjadi pada diri peserta kursus” (Arikunto, 1993: 122.). Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin peserta kursus dalam mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.

6. Disiplin kerja
Disiplin kerja yang juga tidak kalah penting untuk mempersiapkan peserta kursus dalam menyongsong kehidupan masa depan. Tentu saja, disiplin kerja dan disiplin belajar jauh berbeda. Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui informasi terkait disiplin kerja.

Scroll to Top